ENGLISH | LOGIN | CONTACT US
 
 
  Buku
  Paper
    - Paper Pilihan
    - Paper Kerja
    - Lembar Fakta
  Laporan
    - Laporan Penelitian
    - Laporan Keuangan
    - Laporan Tahunan
----------------------------------------

2010-08-23 05:29:48

Siaran Pers :

2010-08-23 04:38:32

Koalisi LSM Uji UU APBN-P 2010 ke Mahkamah Konstitusi

2010-08-23 04:27:31

Permohonan Uji Formil & Uji Materiil UU No.2/2010 tentang Perubahan UU No.47/2009

2010-07-28 04:04:08

Presensi Wakil Rakyat Segera Terapkan Sanksi

2010-07-28 03:42:47

Mengakhiri Transisi Demokrasi
 
MENJINAKKAN METAKUASA GLOBAL; Suara Indonesia untuk Globalisasi yang Lebih Adil


Imam Cahyono (editor)
Pengantar: Ali Alatas, SH.
ISBN 978-979-3330-80-8
Penerbit PT. Pustaka LP3ES, Jakarta
Cetakan: Pertama, Desember 2008
xiv + 322 hlm; 15,5 x 23 cm

" ... saya yakin buku ini akan dapat mengisi kekosongan yang sangat akut.
Saya berharap, bahwa buku ini dapat menggugah minat yang lebih besar di antara
para penentu kebijakan maupun praktisi dan mendorong para penulis maupun
penerbit Indonesia untuk lebih mendalami isu globalisasi  yang implikasi-implikasinya
sangat nyata berdampak pada kepentingan nasional kita.  "
Ali Alatas, SH (alm)

Indeks Buku :

Daftar Isi
Prakata
Kata Pengantar : Ali Alatas, SH (alm)

PENDAHULUAN : Menyibak Jantung Globalisasi (Imam Cahyono)

BAGIAN-I : TITIK PIJAK

  • Audit Globalisasi : Memperkuat Partisipasi Indonesia dalam Tata Kelola Lembaga–Lembaga keuangan Internasional – Yanuar Nugroho
  • Tren Ekonomi Politik Global : Implikasinya Bagi Indonesia – Aleksius Jemadu
  • Membangun Indonesia : Revitalisasi Visi dan Strategi Menghadapi Globalisasi – Imam Cahyono

BAGIAN-II : USULAN REFORMASI

  • Kesiapan Diplomasi Ekonomi Indonesia Dalam Perdagangan Multilateral – Arrmanatha Nasir
  • Memperbaiki Strategi dan Kinerja Diplomasi Ekonomi – Dian Ediana Rae
  • Demokrasi Terdiskon : Menimbang Usulan Formula Reformasi IMF – E Panca Pramudya

Indeks
Para Penulis





Kata Pengantar

Oleh : Ali Alatas, SH.
Diplomat Senior

Pembahasan mengenai topik globalisasi memang tidak pernahluput dari kontroversi, baik antara kalangan politisi, pakar, bisnis maupun wakil-wakil lembaga swadaya masyarakat (LSM). Pihak yang proglobalisasi beranggapan bahwa globalisasi, terutama, dipicu oleh kemajuan-kemajuan luar biasa akhir-akhir ini dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya teknologi komunikasi dan transportasi. Jadi, bukan buatan satu atau sekelompoknegara tertentu. Globalisasi akan dapat mendatangkan kemajuan dan kemakmuran bagi umat manusia jika dimanfaatkan dengan baik. Pihak yang kontraglobalisasi beranggapan bahwa globalisasi pada dasarnya merupakan rekayasa negara-negara industri maju tertentu untuk melanggengkan dominasinya atas negara-negara berkembang dan terbelakang.

Saya sendiri pernah melukiskan globalisasi sebagai sebuah kekuatan yang buta, yang perlu dituntun oleh aturan-main pada tingkat global yang adil dan jelas, agar tidak menimbulkan kerugian dan malapetaka bagi yang belum bisa atau belum siap memanfaatkannya. Tidak dapat disangkal, bahwa pada kenyataannya dewasa ini bagian terbesar negara berkembang dan miskin justru kian terpuruk dan terpinggirkan olehnya.

Namun, lambat-laun telah tumbuh kesadaran, bahwa melawan arus globalisasi akan sia-sia dan, lepas dari kontroversi tentang asal-usul globalisasi, setiap negara dan setiap pemerintah tidak memiliki pilihan lain kecuali menghadapi proses serta segala implikasi globalisasi dengan kemampuan yang ada. Lebih penting kiranya untuk berusaha agar globalisasi, yang disertai persaingan antarnegara yang ketat, berjalan secara lebih adil dan lebih merata, sehingga dapat dinikmati negara-negara berkembang dan miskin pula. Untuk ini diperlukan upaya serta kesepakatan masyarakat internasional untuk mengembangkan aturan-aturan main yang fair dan lebih seimbang dalam tatakelola global (global governance).

Kendati globalisasi sedang terjadi pada berbagai segi kehidupan masyarakat, globalisasi di bidang ekonomi yang paling menonjol dan berdampak nyata dalam tata kelola global tersebut. Dan, berbicara mengenai menata  kembali globalisasi ekonomi tentunya perlu meneliti dan merombak ataupun menyesuaikan struktur serta cara operasional lembaga-lembaga keuangan internasional yang memainkan peran menentukan, yaitu Bank Dunia (IBRD), Dana Moneter Internasional (IMF) dan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Pendekatan ini pula yang diterapkan dalam buku Menjinakkan Metakuasa Global: Suara Indonesia untuk  Globalisasi yang Lebih Adil, yang merupakan hasil kajian sejumlah pakar yang tergabung dalam upaya Perkumpulan Prakarsa dan diterbitkan oleh PT. Pustaka LP3ES Indonesia. 

Ketiga lembaga internasional tersebut, khususnya Bank Dunia dan IMF, pada kenyataannya didominasi oleh Amerika Serikat dan negara-negara maju sekutunya dan sangat mempengaruhi mekanisme tata kelola berbagai aspek globalisasi ekonomi yang berdampak negatif terhadap kepentingan negara-negara berkembang. Aspek-aspek yang dianggap sangat mencolok dalam tata-kelola lembaga keuangan internasional tersebut antara lain menyangkut representasi keanggotaannya yang tidak demokratis, sistem persuaraan dalam pengambilan keputusan yang berat pada negara maju, minimnya transparansi dan akuntabilitas. Ketimpangan dan ketidakadilan dalam tata kelola ini telah lama menggugah keprihatinan, bahkan protes, dari negara-negara berkembang dan beberapa pakar dari Barat yang bersimpati terhadap kepentingan negara berkembang. Tapi harus diakui bahwa usaha memperbaiki keadaan ini hingga sekarang hasilnya masih jauh dari harapan.

Upaya mengajukan usulan-usulan dalam rangka memperjuangkan reformasi lembaga-lembaga itu para pakar Indonesia dan penulis buku ini menyadari betul hal tersebut, namun tetap merasakan urgensi untuk  melakukannya. Perlu dicatat bahwa kajian semacam ini tidak terelakkan harus pula menganalisis dan mengevaluasi diplomasi ekonomi Indonesia yang perannya dirasakan masih belum memadai dewasa ini.

Mengingat bahwa dalam khasanah perbukuan nasional tulisan-tulisan mengenai globalisasi dan tata kelola, khususnya peran yang dapat dimainkan oleh Indonesia di dalamnya masih sangat terbatas, saya yakin buku ini akan dapat mengisi kekosongan yang sangat akut. Saya berharap, bahwa buku ini dapat menggugah minat yang lebih besar di antara para penentu kebijakan maupun praktisi dan mendorong para penulis maupun penerbit Indonesia untuk lebih mendalami isu globalisasi yang implikasi-implikasinya sangat nyata berdampak pada kepentingan nasional kita.


-----
Mohon maaf, download link untuk buku
tidak berisi dokumen / tidak difungsikan.

 
   
Download
   
Post Date : 2008-12-26 04:26:40 | Views : 2751 | Downloads : 219