Diskusi

Perkumpulan Prakarsa melaksanakan sejumlah diskusi dalam beberapa jenis :

Diskusi Dua Bulanan.

Merupakan program dan kegiatan perkumpulan Prakarsa sebagai forum untuk menampilkan gagasan, pemikiran dan usulan-usulan kebijakan dan pendekatan yang dianggap alternatif dan inovatif bagi masa depan Indonesia. Seri Diskusi Dua-Bulanan dimaksudkan sebagai forum belajar bersama untuk memahami dilema dan tantangan pembangunan di Indonesia paska krisis ekonomi 1997 di era globalisasi dan desentralisasi, serta mendorong munculnya alternatif kebijakan yang dapat dipelajari dan dikembangkan oleh kelompok msyarakat sipil dan lembaga-lembaga pemerintah.

Rountable Discussion.

Rutin diselenggarakan terkait dengan aktifitas riset yang ada, baik untuk mendiskusikan TOR riset yang akan dilakukan maupun untuk mendiskusikan draft laporan riset yang telah dilakukan lembaga-lembaga pemerintah

Dialog Kebijakan: Mewujudkan Jaminan Kesehatan Nasional Yang Adil dan Merata

Diposting pada: 20 May 2017 | Dilihat : 344

Peluncuran Penilaian Bank “Responsibank/ Fair Finance Guide Indonesia 2015”

Diposting pada: 04 Mar 2016 | Dilihat : 1249

“Knowledge Sharing and the Setting of Tax Advocacy Agenda for ASEAN’s Civil Society Organizations”Perkumpulan Prakarsa yang merupakan co chair “The Asian Tax and Fiscal Justice Alliance” untuk sub regional Asia Tenggara menyelenggarakan pertemuan “Knowledge Sharing and the Setting of Tax Advocacy Agenda for ASEAN’s Civil Society Organizations” tanggal 27-28 Agustus 2015 di Bali. Pertemuan ini merupakan rangkaian pertemuan sebelumnya di Bangkok pada tgl 1 – 2 September 2014 dengan tema “Asia Tax Justice Assembly: Building a Network on Tax Justice in Asia and Advancing Tax Justice Campaigning in the Region”.

Diposting pada: 25 Aug 2015 | Dilihat : 802

Menimbang Pro dan Kontra Tax Amnesty

Penerimaan perpajakan merupakan sumber penerimaan negara terbesar, mencapai 75% dari total penerimaan negara dalam APBN. Seiring meningkatnya belanja pemerintah dan menurunnya harga minyak, pajak menjadi andalan penerimaan negara dalam APBNP 2015. Kenaikan target penerimaan pajak mencapai 30% dari realisasi tahun 2014. Ditengah lesunya perekonomian nasional – yang salah satunya ditunjukkan dengan realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal pertama 2015 sebesar 4,7 persen – Direktorat Jenderal Pajak dituntut untuk lebih kreatif dalam merancang strategi pencapaian target penerimaan.

Diposting pada: 03 Jun 2015 | Dilihat : 3827