Hadiri KTT G20, Presiden Jokowi Diminta Nyatakan Perang terhadap Penggelapan Pajak

Diposting pada: 06 Jul 2017

Direktur Eksekutif Prakarsa Ah Maftuchan mengatakan, dalam forum tersebut Presiden Jokowi harus mampu mengajak seluruh pemimpin negara anggota G20 untuk memerangi penggelapan pajak.

"Kami mendukung Presiden Jokowi menyatakan perang terhadap penggelapan pajak. Tidak hanya perang terhadap terorisme tetapi juga perang terhadap pelaku penggelapan pajak," ujar Maftuchan dalam sebuah diskusi bertajuk 'Sikap Masyarakat Sipil Jelang KTT G20' di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (6/7/2017).

"Indonesia sebagai salah satu negara yang menjadi korban dari praktik penghindaran dan pengelapan pajak harus memaksa seluruh negara G20 untuk bersama memerangi penggelapan pajak," ujar dia.

Menurut Maftuchan, pajak merupakan instrumen bagi pemerintah untuk meningkatkan investasi dan peningkatan kesejahteraan sosial serta penurunan ketimpangan.

 

Oleh karena itu, pemerintah perlu mengampanyekan kepatuhan pajak secara global, khususnya kepatuhan korporasi global.

"Negara dan masyarakat harus bicara keras terhadap korporasi, penegakan sistem perpajakan harus didorong. Potensi penerimaan negara akan meningkat, kesejahteraan masyarakat tentu meningkat juga," kata dia.

Selain itu, lanjut Maftuchan, Presiden Jokowi juga harus berani memimpin kerja sama global antar-yurisdiksi pajak dan penegak hukum untuk penanganan kejahatan ekonomi dan perpajakan.

Di sisi lain, ia menilai Presiden Jokowi juga perlu mengajak seluruh negara G20 mendesak pembentukan intergovernmental UN Tax Body dan realisasi kesepakatan global tentang automatic exchange of information (AEoI).

"Ada beberapa hal positif yang harus didukung. G20 punya power yang besar, harus digunakan agar perubahan dunia bisa signifikan," ujar Maftuchan.

 

Sumber: kompas.com

TAUTAN TERKAIT