Program

The Prakarsa—Think Tank in Jakarta, Indonesia

Welfare Initiative For Better Societies
Perkumpulan Prakarsa has performed research, analysis and capacity building on a wide range of topics related to welfare issues. They work with government, parliament, CSOs, universities, international organizations, private sector and mass media to bring ideas into initiatives and actions.

Perkumpulan Prakarsa didirikan pada bulan Agustus tahun 2004 melalui Akte Notaris Publik Nurul Larasati, SH No. 03 Tanggal 31 Agustus 2004, dan secara legal disahkan dalam Surat Keputusan Menteri Kehakiman dan HAM Republik Indonenesia  No.C-21.HT.01.03.TH.2005.

Perkumpulan Prakarsa melakukan kegiatan riset, analisa kebijakan dan pelatihan berbagai topik terkait isu kesejahteraan. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Prakarsa selalu menggunakan pendekatan kolaborasi dan engagement dengan berbagai pihak antara lain: pemerintah, parlemen, organisasi masyarakat sipil, universitas, think-tank, organisasi internasional, private sector, lembaga donor pembangunan dan media massa.

Pendekatan multi-pihak tersebut kami yakini akan memperkuat kerja dan inisiatif dalam produksi dan diseminasi pengetahuan serta evidence-based policy making process. Kami percaya bahwa berjejaring akan memudahkan dan memperkuat satu sama lain. Oleh sebab itu, kami mendapatkan dukungan dari berbagai donor dan terlibat dalam berbagai inisiatif bersama mitra kerja Perkumpulan Prakarsa.

Visi dan Misi

Visi :

“Menjadi lembaga kajian dan pengembangan yang mampu mempelopori munculnya ide-ide inovatif dan transformatif dalam bidang kesejahteraan demi mewujudkan keadilan sosial“

Misi :

  • Melakukan kajian/riset tentang peran negara, masyarakat sipil dan dunia usaha
  • Menyelenggarakan pengembangan kapasitas
  • Memproduksi dan mempromosikan pengetahuan serta wacana baru tentang “pro welfare policy“
  • Mengelola jaringan untuk meningkatkan efektifitas kerja
Fokus utama Prakarsa meliputi:
  • Kebijakan Fiskal

Perkumpulan Prakarsa meyakini bahwa pajak sangatlah vital untuk sumber pendapatan negara, instrumen mengurangi ketimpangan dan menegakkan kemandirian. Anggaran juga sangat penting untuk pembangunan dan kemajuan bangsa. Sayangnya, pajak dan anggaran berkeadilan (fiskal berkeadilan) hingga kini masih jauh dari harapan. Penerimaan pajak masih jauh dari optimal dan prioritas kebijakan anggaran yang masih belum tepat adalah tantangan yang mesti dihadapi pada saat ini.

Kajian dan riset kebijakan fiskal berkeadilan (fiscal justice) telah dituangkan dalam bentuk buku, policy brief,policy review, factsheet dan audio visual. Anggaran Pro-Kaum Miskin (2009) dan Anggaran Pro Rakyat Miskin: Panduan untuk Jurnalis (2012) adalah terbitan pionir mengenai anggaran yang memihak di Indonesia. Perkumpulan Prakarsa yang termasuk jaringan Global Alliance for Tax Justice juga terlibat menerbitkan Tax Justice Advocacy Toolkit yang kini telah diterjemahkan pula dalam bahasa Indonesia.

  • Kebijakan Sosial

Perkumpulan Prakarsa meyakini bahwa kesejahteraan warganegara merupakan tujuan dan sekaligus sarana kemajuan sebuah bangsa. Isu-isu strategis mengenai pembangunan manusia seperti kesehatan, pendidikan, jaminan sosial, dan ketenagakerjaan adalah hal-hal sentral dalam kebijakan kesejahteraan.

Perkumpulan Prakarsa berpandangan bahwa kemiskinan bukan sekedar masalah kekurangan, namun juga mencakup persoalan keadilan. Kemiskinan tidak cukup diukur hanya dari segi ekonomi saja, namun bersifat multidimensi. Kemiskinan adalah deprivasi terhadap kapabilitas manusia. Oleh sebab itu kami melakukan penghitungan mengenai Multidimensional Poverty Index (MPI). Persoalan ketimpangan juga lebih luas dari kesenjangan ekonomi karena menyangkut akses dan kesempatan. Ketimpangan terjadi karena kebijakan dan instrumen redistribusi kurang berjalan baik. Oleh sebab itu kami juga melakukan riset  dan advokasi kebijakan mengenai kewirausahaan, ketenagakerjaan, inklusi keungan, dan pendidikan vokasi.

Perkumpulan Prakarsa telah menerbitkan beberapa buku dan memproduksi berbagai paper dan artikel mengenai reformasi kebijakan kesejahteraan, diantaranya adalah Mimpi Negara Kesejahteraan (2005) danMeretas Arah Kebijakan Sosial Baru di Indonesia (2009) yang menjadi textbook di perguruan tinggi. Perkumpulan Prakarsa kini menurunkan cita-cita besar negara kesejahteraan dalam kajian, riset dan advokasi mengenai reformasi kebijakan kesejahteraan.

  • Pembangunan Berkelanjutan

Tercapainya kesejahteraan manusia dengan memastikan keberlanjutan sumber daya alam yang kini makin terbatas adalah sebuah tantangan jaman. Perkumpulan Prakarsa melakukan kajian dan advokasi berkaitan pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan melalui pemetaan kebijakan ekonomi hijau, kajian green economy, greening fiscal decentralization dan banking/financing for sustainable development. Perkumpulan Prakarsa terlibat menginisiasi Greeen Economy Caucus (GEC) di Dewan Perwakilan Rakyat dan kini mengembangkan peringkat bank yang melakukan (less) responsible investment.

PRAKARSA MENDORONG KEADILAN EKONOMI DAN KESEJAHTERAAN

testimonials

Sabiq Carebesth

Saya tahu dan melihat Perkumpulan Prakarsa lahir dan tumbuh bersama upaya terus-menerus untuk memajukan kesejahteraan sosial yang makin baik bersamaan dengan upaya kontributifnya bagi kian majunya pelembagaan demokrasi di indonesia.

Sabiq Carebesth

Ceo / Founder Galeri Buku Jakarta
Sugeng Bahagijo

Perkumpulan Prakarsa adalah gambaran utama pencapaian kemajuan indonesia. Analisa dan kerja advokasi bidang kesejahteraan sosialnya membantu indonesia mengatasi dengan lebih baik penurunan kemiskinan mau pun pencapain pembangunan dalam bidang lain. Good luck with your tough job!

Sugeng Bahagijo

Direktur Ekskutif INFID
Setyo Budiantoro

Kami percaya dengan gerak dan model riset yang dilakukan oleh Prakarsa, tidak hanya akan membantu pemerintah dalam memerangi kemiskinan tapi juga publik lebih luas dalam cara pandangnya melihat pembangunan indonesia yang lebih baik.

Setyo Budiantoro

Senior Researcher
J Kristiadi

Tantang indonesia ke depan bukan semakin mudah, sebaiknya karena tidak hanya datang dari soal ekonomi politik tapi juga masalah krisis identitas dan intoleransi khususnya oleh para pemeluk agama yang narsis dan cenderung menjadi rasis.

J Kristiadi

Peneliti Senior CSIS
Ah. Maftuchan

Saya berharap Prakarsa akan melahirkan peneliti muda dan hasil peneliatian yang lebih membumi dan kontributif bagi Indonesia.

Ah. Maftuchan

Direktur Ekskutif Prakarsa