(Gender, Equality, Disability, and Social Inclusion)

Jakarta, The PRAKARSA – Sebagai upaya memperkuat pemahaman mengenai keterkaitan antara krisis iklim dan kelompok rentan, The PRAKARSA, sebagai Koordinator Koalisi ResponsiBank Indonesia menyelenggarakan kegiatan Training of Trainers (ToT) “Pelatihan untuk Organisasi Masyarakat Sipil: GEDSI (Gender, Equality, Disability, and Social Inclusion) & Climate Finance.” Kegiatan yang berlangsung pada 5-6 Maret 2026 di Oria Hotel, Jakarta, ini bertujuan untuk mencetak fasilitator yang mampu mengadvokasi kebijakan iklim yang lebih inklusif di masing-masing wilayah kerjanya.
Krisis iklim bukan sekadar masalah lingkungan, melainkan isu kemanusiaan yang berdampak tidak proporsional terhadap perempuan, penyandang disabilitas, dan kelompok marjinal. Tanpa perspektif GEDSI, pendanaan perubahan iklim berisiko memperlebar kesenjangan sosial yang sudah ada.
Membangun Kapasitas Agen Perubahan
Acara ini dihadiri oleh 30 peserta yang berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari organisasi perempuan, organisasi disabilitas perempuan, organisasi berbasis komunitas, dan organisasi masyarakat sipil, baik dari Jabodetabek dan luar Jabodetabek.
Selama pelatihan, para peserta dibekali materi intensif oleh para ahli, di antaranya:
- Herni Ramdlaningrum, Expert GEDSI, dalam kontribusinya untuk pembahasan strategi penguatan kapasitas dan transformasi kelembagaan dalam mengakses pendanaan iklim dengan perspektif GEDSI.
- Fiona Armintasari, Expert Keuangan Berkelanjutan, dalam kontribusinya untuk pembahasan lanskap pendanaan iklim, baik nasional hingga internasional.
Pelatihan ini memberikan beberapa topik kepada para peserta, diantaranya adalah (1) Perubahan iklim dan Interseksionalitas; (2) Lanskap Pendanaan Iklim Level Nasional, Internasional, dan Korporasi/Swasta; (3) Strategi Penguatan Kapasitas dan Transformasi Kelembagaan dalam Perancangan Proyek Mitigasi serta Adaptasi Perubahan Iklim, dan; (4) Pelatihan dalam menyusun proposal pendanaan iklim dengan perspektif GEDSI.
Mendorong Kebijakan Pendanaan Iklim yang Berkeadilan
Victoria Fanggidae, Direktur Eksekutif The PRAKARSA, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis untuk memastikan dana perubahan iklim benar-benar menyasar mereka yang paling berdampak.
“Kami berharap para peserta tidak hanya memahami teori, tetapi mampu menjadi pelatih (trainer) bagi komunitasnya masing-masing. Tujuannya jelas: memastikan setiap rupiah yang dikucurkan untuk aksi iklim memiliki perspektif keadilan gender dan pemenuhan hak-hak kelompok rentan,” ujar Victoria.
Melalui kegiatan ini, The PRAKARSA mengharapkan terciptanya jaringan fasilitator yang solid serta mampu melakukan pengawasan dan advokasi kebijakan pendanaan iklim di tingkat lokal maupun nasional. Dampak jangka panjang yang diharapkan adalah lahirnya kebijakan publik yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat akar rumput dalam menghadapi dampak perubahan iklim, dengan didukung pendanaan yang memadai.