
BANGKOK, 11 Oktober 2026 – The PRAKARSA berpartisipasi dalam Asia Civil Society Strategy Convening: Influencing South Korea’s 2028 G20 Presidency yang berlangsung pada 10–11 Oktober 2026 di Bangkok, Thailand. Pertemuan yang diinisiasi Oxfam Asia bersama C20 Korea Forum ini mempertemukan organisasi masyarakat sipil dari berbagai negara untuk merumuskan agenda dan strategi advokasi bersama menjelang Presidensi G20 Korea Selatan pada 2028.
Forum membahas pembelajaran dari Presidensi G20 sebelumnya, tantangan keterlibatan masyarakat sipil, serta peluang memperkuat pengaruh terhadap kebijakan ekonomi global. Para peserta menekankan pentingnya menempatkan pengurangan ketimpangan sebagai agenda utama G20, dengan perhatian pada keadilan fiskal, pembiayaan pembangunan, perlindungan sosial, transisi energi, dan tata kelola ekonomi digital.
Dalam pertemuan tersebut, Advocacy and Engagement Director The PRAKARSA, Jati Pramono, turut memfasilitasi diskusi tematik Tax Justice. Diskusi menghasilkan tiga prioritas utama, yaitu penerapan prinsip polluter-pays melalui instrumen perpajakan, penguatan perpajakan progresif termasuk pajak kekayaan, serta reformasi tata kelola perpajakan internasional melalui UN Framework Convention on International Tax Cooperation.
Dalam diskusi strategi advokasi, Jati juga menekankan pentingnya membangun mekanisme monitoring untuk memastikan kesinambungan agenda dan efektivitas advokasi masyarakat sipil lintas Presidensi G20. Mekanisme tersebut diperlukan untuk melacak sejauh mana rekomendasi masyarakat sipil tercermin dalam proses negosiasi dan komitmen G20, serta bagaimana komitmen tersebut ditindaklanjuti melalui kebijakan nasional. Menurutnya, keberhasilan advokasi tidak cukup diukur dari akses dan partisipasi masyarakat sipil dalam forum G20, tetapi juga dari pengaruh nyata terhadap proses pengambilan keputusan dan implementasi kebijakan.
Selain merumuskan prioritas kebijakan, peserta membahas strategi untuk memperkuat keterlibatan masyarakat sipil dengan pemerintah, parlemen, lembaga penelitian, media, dan kelompok masyarakat terdampak. Pertemuan ini juga menyepakati pembentukan jejaring informal G20 Civil Society Coalition untuk memperkuat koordinasi advokasi lintas presidensi, serta merencanakan pertemuan lanjutan di Korea Selatan pada 2027.
Partisipasi The PRAKARSA dalam forum ini merupakan bagian dari keterlibatan berkelanjutan organisasi dalam proses C20 dan advokasi keadilan ekonomi global. Melalui kolaborasi lintas negara, The PRAKARSA terus mendorong kebijakan ekonomi yang lebih inklusif, berkeadilan, dan akuntabel, sekaligus memperkuat peran masyarakat sipil dalam mengawal komitmen pembangunan global.