The PRAKARSA Berbagi Pengalaman Advokasi dalam Konferensi Internasional “Bridge for Change: Building Sustainable Futures” di Den Haag 

Foto: www.stitchpartnership.org

Den Haag, Belanda, The PRAKARSA – Victoria Fanggidae, Direktur Eksekutif The PRAKARSA, hadir sebagai salah satu narasumber dalam acara internasional “Bridge for Change: Building Sustainable Futures” yang diselenggarakan di Museon Omniversum, Den Haag pada 2 Desember 2025. Kegiatan yang dihadiri oleh praktisi, pembuat kebijakan, dan agen perubahan dari seluruh dunia ini bertujuan merefleksikan lima tahun kemitraan “Power of Voices” serta merancang langkah advokasi ke depan untuk menciptakan rantai nilai yang lebih adil, hijau, dan berkelanjutan.

Victoria Fanggidae berperan aktif dalam berbagai sesi penting, mulai dari panel pembuka hingga diskusi tematik. Ia menyampaikan perspektif dari Indonesia dan pengalaman organisasi masyarakat sipil dalam mendorong perubahan sistemik melalui kolaborasi multipihak.

Victoria menjadi narasumber pertama dalam Morning Plenary Session bertajuk “Looking back at five years of Power of Voices Partnerships”. Sesi ini bertujuan untuk membingkai diskusi sepanjang hari dengan merefleksikan capaian dan pembelajaran dari kemitraan pemerintah-masyarakat sipil. Dalam paparannya, Victoria menekankan pentingnya kolaborasi dan jejaring dalam menghadapi tantangan advokasi.

“Pentingnya kolaborasi dan berjejaring dalam menghadapi tantangan advokasi kepada pembuat kebijakan maupun kepada sektor swasta,” ungkapnya.

Ia menyampaikan bahwa sesi pembuka ini difokuskan untuk mengungkap dua hal yaitu bagaimana kolaborasi pemerintah–masyarakat sipil dapat mendorong perubahan sistemik secara efektif, serta bagaimana pembelajaran ini memposisikan organisasi-organisasi mitra dalam melihat masa depan kolaborasi.


Foto: www.stitchpartnership.org

Selain sebagai pembicara, Victoria juga terlibat aktif sebagai peserta dalam sesi Learning Lab 4: Gender Justice in Fair Value Chains, ia mendalami keberhasilan dan tantangan advokasi organisasi masyarakat sipil dalam memperjuangkan hak perempuan, terutama di negara-negara kurang berkembang (LDCs) dengan budaya patriarki yang kuat. “Grup ini memberikan masukan mengenai tahapan integrasi analisis gender dalam pengembangan proyek,” ungkapnya.

Pada sesi penutup Afternoon Panel: Beyond Power of Voices: Lessons for Future Advocacy Work on Fair and Green Value Chains, Victoria kembali terlibat dalam diskusi yang membahas masa depan kerja-kerja advokasi. Sesi ini bertujuan mengubah pembelajaran menjadi strategi konkret untuk dampak yang berkelanjutan. “Grup memberikan masukan mengenai kerja-kerja advokasi CSO dengan private sector,” jelasnya.

Keikutsertaan The PRAKARSA dalam “Bridge for Change” ini tidak hanya memperkuat posisi organisasi di panggung global, tetapi juga membawa pulang pembelajaran berharga, jaringan strategis, dan peluang nyata untuk memperkuat kerja-kerja advokasi di Indonesia menuju ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Bridge for Change sendiri merupakan kegiatan yang di inisiasi oleh aliansi kemitraan strategis FAIR for ALL, Fair, Green & Global Alliance, RECLAIM Sustainability!, dan STITCH. Selama lima tahun terakhir, kemitraan yang didanai dalam kerangka Power of Voices ini telah mendukung lebih dari 1.000 organisasi masyarakat sipil di 80 negara untuk memajukan perdagangan yang adil dan hijau, memperkuat akuntabilitas korporasi, serta mendorong pendekatan bisnis yang inklusif.


Foto: www.stitchpartnership.org

Kami menggunakan cookie untuk memberikan Anda pengalaman terbaik.