Angka Kematian Ibu (AKI) Melonjak, Indonesia Mundur 15 Tahun

Setelah cukup lama publikasi hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012 untuk Angka Kematian Ibu (AKI) diundur pemerintah, akhirnya hasil capaian AKI diumumkan. Hasilnya sangat mengejutkan. Kematian Ibu melonjak sangat signifikan menjadi 359 per 100.000 kelahiran hidup atau mengembalikan pada kondisi tahun 1997. Ini berarti kesehatan ibu justrumengalami kemunduran selama 15 tahun. Pada tahun 2007, AKI di Indonesia sebenarnya telah mencapai 228 per 100.000 kelahiran hidup.

Sungguh mengenaskan, AKI yang sangat tinggi itu artinya Indonesia bahkan jauh lebih buruk dari negara-negara paling miskin di Asia, seperti Timor Leste, Myanmar, Bangladesh dan Kamboja. Indonesia kini telah berpredikat terbelakang di Asia dalam melindungi kesehatan Ibu. Darurat kematian ibu ini harus diakhiri dengan keseriusan perbaikan kebijakan, anggaran dan tindakan segera.

Kemunduran yang Menyedihkan

Sungguh ironis pembangunan sektor kesehatan di Indonesia saat ini. Dua dekade yang lalu, Indonesia oleh WHO dianggap sebagai salah satu negara yang sukses dalam program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Tahun 1997, pemerintah mampu menurunkan AKI mencapai 334 per 100.000 kelahiran hidup dari 390 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 1994. Dan terakhir dalam SDKI 2007, AKI Indonesia sudah mencapai 228 per 100.000 kelahiran hidup2. Bagi WHO, apa yang dicapai Indonesia untuk mencapai target MDGs dalam aspek kesehatan ibu dan reproduksi merupakan prestasi yang baik.

Indonesia sebelumnya merupakan negara yang agresif melakukan kebijakan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Sejak WHO meluncurkan Safe Motherhood Iniatiative pada tahun 1987, pemerintah Indonesia langsung merespon agenda WHO dalam kebijakan pembangunan KIA. Indonesia juga merespon cepat inisiatif pembangunan kependudukan global (International Conference Population and Development/ICPD) yang pertama kali diadakan di Kairo, Mesir tahun 1994.

Salah satu poin yang menjadi rujukan bagi pemerintah Indonesia adalah mengenai hak remaja untuk memperoleh pelayanan reproduksi termasuk juga mendapatkan pelayanan konseling yang benar. Selama dua dekade 1980 – 2000 Indonesia merupakan negara yang sukses dalam menata program KIA. Tapi saat ini justru sebaliknya.

Poin Penting:

  • Terjadi peningkatan signifikan AKI dari 228 (tahun 2007) menjadi 359 (tahun 2012) per 100.000 kelahiran hidup
  • Melonjaknya AKI memperlihatkan lemahnya sistem kesehatan ibu dan reproduksi, sertakurang efektifnya program Kependudukan dan Keluarga Berencana (KKB)

Anggaran kesehatan ibu dan reproduksi perlu dinaikkan, perbaikan sistem KKB dan penguatan peran daerah sangat mendesak dilakukan

Download selengkapnya di sini.

Add Comment