Perkuat Fondasi Lembaga Menghadapi Tantangan Kedepan

Jakarta, 28 Februari 2026, Perkumpulan PRAKARSA menyelenggarakan Rapat Badan Pengurus dan Musyawarah Anggota sebagai forum konsolidasi kelembagaan untuk menyiapkan arah lembaga pada periode mendatang. Pertemuan yang melibatkan unsur Anggota, Badan Pengurus, dan Direktur Eksekutif ini menitikberatkan pada tiga agenda strategis, yakni akselerasi Rencana Strategis (Renstra) 2026-2030, penyegaran struktur lembaga, dan penguatan fondasi lembaga melalui rencana pendirian unit usaha.
Dalam pembahasan Renstra 2026-2030, forum menyepakati sejumlah penyesuaian penting pada visi, indikator, dan program prioritas lembaga. Sejalan dengan itu, indikator visi juga dipertegas agar menempatkan PRAKARSA sebagai lembaga yang bertaraf internasional, kredibel, dan menjadi rujukan dalam riset serta advokasi kebijakan publik dengan fokus pada isu keadilan sosial, ekonomi, dan ekologis (lingkungan). Penajaman Renstra ini juga menekankan pentingnya independensi, stabilitas keuangan, dan efektivitas sistem internal sebagai penopang keberlanjutan lembaga.
Dalam forum turut membahas penataan ulang prioritas program agar lebih responsif terhadap kebutuhan lembaga dan tantangan advokasi ke depan. Salah satu penyesuaian utamanya adalah penggabungan agenda penguatan tata kelola keuangan internal dengan strategi penggalangan dana dan investasi ke dalam satu prioritas yang lebih terintegrasi. Selain itu, Renstra juga memasukkan program capacity building serta penguatan prioritas pada konteks advokasi, sebagai refleksi dari misi PRAKARSA dalam menghubungkan riset, advokasi, dan perubahan kebijakan.

Forum juga membahas penyegaran struktur lembaga sebagai bagian dari agenda regenerasi dan penguatan tata kelola. Forum mengusulkan susunan keanggotaan yang mencakup Sugeng Bahagijo, Purnama Adil Marata, Binny Buchori, Yuyun Yunia Ismawati, Ati Nurbaiti, dan M. Hanif Dhakiri, serta usulan calon anggota Ah Maftuchan, Setyo Budiantoro, dan Hadriani Uli Silalahi. Untuk Badan Pengurus, usulan yang mengemuka menempatkan Binny Buchori sebagai Ketua, M. Hanif Dhakiri sebagai Wakil Ketua, Setyo Budiantoro sebagai Sekretaris, dan Ati Nurbaiti sebagai Bendahara.
Di bidang penguatan kelembagaan, rapat Musyawarah membahas langkah strategis pendirian unit usaha dalam bentuk Perseroan Terbatas (PT) di bawah PRAKARSA. Skema ini dipandang penting untuk memungkinkan lembaga menindaklanjuti peluang pasar secara lebih cepat. Dalam pembahasan tersebut, PRAKARSA akan diposisikan sebagai pemilik manfaat (beneficial owner). Persetujuan pendirian entitas ini selanjutnya akan dibawa dan disahkan dalam Musyawarah Anggota.
Sejumlah tindak lanjut juga disepakati dalam rapat Musyawarah Anggota, antara lain finalisasi penawaran kepada calon anggota paling lambat 15 Maret 2026, pelanjutan proses perubahan akta dan penyesuaian AD/ART. Dengan pembaruan arah strategis, penguatan struktur, dan penyiapan instrumen kelembagaan tersebut, PRAKARSA optimistis dapat menjalankan program-program kerja ke depan dengan tata kelola yang lebih adaptif, struktur yang lebih segar, dan kapasitas kelembagaan yang semakin kuat.
