Pajak Kekayaan, Keadilan untuk Semua!

Indonesia menghadapi ketimpangan ekonomi yang kian melebar—kekayaan tiga orang terkaya melonjak 174% dalam tiga tahun, sementara upah buruh hanya naik 15%. Data menunjukkan kebijakan fiskal kita gagal jadi solusi: indeks Gini turun cuma 3%, kalah jauh dibanding negara lain yang mampu capai 5-15%. Di tengah 98,82% masyarakat yang tabungannya di bawah Rp100 juta, segelintir elite menguasai triliunan rupiah. Padahal, pajak progresif 1-2% untuk kelompok ultra-kaya bisa mengumpulkan Rp78,5 triliun—dana yang mampu membangun layanan publik lebih adil. Paragraf 2: Ketimpangan global pun mengkhawatirkan: kekayaan miliarder tumbuh 7,1% per tahun sejak 1987, tujuh kali lipat dari pendapatan warga biasa. Thomas Piketty menegaskan, pajak kekayaan adalah senjata melawan kesenjangan di era kapitalisme ekstrem. Jika Indonesia berani memungut pajak lebih adil dari yang super kaya, kita bisa memutus lingkaran ketidaksetaraan. Saatnya kebijakan fiskal tak hanya menguntungkan segelintir orang, tapi menjamin kesejahteraan untuk semua. #PajakProgresif #KeadilanSosial

Kami menggunakan cookie untuk memberikan Anda pengalaman terbaik.