Rantai Nilai Global Sektor Pertanian dan Perikanan di ASEAN: Jalan Panjang Menuju Inklusifitas?

PRAKARSA bersama dengan TAFJA (Tax and Fiscal Justice Asia) dalam penelitian Tracking Global Value Chain di Sektor Pertanian dan Perikanan di ASEAN menemukan bahwa partisipasi kelompok marginal di tingkat hulu dalam rantai nilai global sering kali dirugikan.

Kelompok-kelompok petani kecil, nelayan, UMKM, buruh dan pekerja perempuan, belum mendapatkan nilai tambah dari rantai nilai global (global value chain). Praktik bisnis yang ada saat ini belum inklusi dan hanya memberikan sedikit nilai dalam meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup mereka.

Lalu bagaimana peran pembuat kebijakan dalam menciptakan inklusifitas pada setiap rantai nilai ini?

Temukan jawaban tersebut sekaliguas rekomendasi yang PRAKARSA tulis pada Policy Brief “Rantai Nilai Sektor Pertanian dan Perikanan di ASEAN: Jalan Panjang Menuju Inklusifitas?”

Kami menggunakan cookie untuk memberikan Anda pengalaman terbaik.