Perkumpulan Prakarsa meyakini bahwa kesejahteraan warganegara merupakan tujuan dan sekaligus sarana kemajuan sebuah bangsa. Isu-isu strategis mengenai pembangunan manusia seperti kesehatan, pendidikan, jaminan sosial, dan ketenagakerjaan adalah hal-hal sentral dalam kebijakan kesejahteraan.

Perkumpulan Prakarsa berpandangan bahwa kemiskinan bukan sekedar masalah kekurangan, namun juga mencakup persoalan keadilan. Kemiskinan tidak cukup diukur hanya dari segi ekonomi saja, namun bersifat multidimensi. Kemiskinan adalah deprivasi terhadap kapabilitas manusia. Oleh sebab itu kami melakukan penghitungan mengenai Multidimensional Poverty Index (MPI). Persoalan ketimpangan juga lebih luas dari kesenjangan ekonomi karena menyangkut akses dan kesempatan. Ketimpangan terjadi karena kebijakan dan instrumen redistribusi kurang berjalan baik. Oleh sebab itu kami juga melakukan riset  dan advokasi kebijakan mengenai kewirausahaan, ketenagakerjaan, inklusi keungan, dan pendidikan vokasi.  

Perkumpulan Prakarsa telah menerbitkan beberapa buku dan memproduksi berbagai paper dan artikel mengenai reformasi kebijakan kesejahteraan, diantaranya adalah Mimpi Negara Kesejahteraan (2005) danMeretas Arah Kebijakan Sosial Baru di Indonesia (2009) yang menjadi textbook di perguruan tinggi. Perkumpulan Prakarsa kini menurunkan cita-cita besar negara kesejahteraan dalam kajian, riset dan advokasi mengenai reformasi kebijakan kesejahteraan.